JEPARA – Pondok Pesantren Salaf-Modern Nurul Huda Mantingan menggelar peringatan Haul ke-13 KH. M. Hudun Abdul Ghoni dan Haul ke-4 Ibu Nyai Mahbubah, serta Masyayikh Ponpes Salaf- Modern Nurul Huda Mantingan pada Sabtu malam (17/10/2026). Acara yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi momentum kirim doa, tetapi juga ajang silaturahmi serta reuni akbar bagi para alumni yang tersebar di berbagai wilayah.
Hadir dalam kegiatan tersebut KH. Akhirin Ali, Kiai Roshif Arwani, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren, sejumlah ulama, dan para alumni Ponpes Salaf- Modern Nurul Huda Mantingan mulai angkatan pertama sampai angkatan terakhir yang tersebar di berbagai wilayah.
Petinggi Mantingan, Ahmad Syafii dalam sambutannya mendorong kepada para alumni dan masyarakat agar menitipkan putra-putrinya di Ponpes agar anak-anak memiliki pondasi agama yang cukup dalam mengarungi kehidupan.
Sementara itu, Kiai Sirojuddin alumni pertama Ponpes Nurul Huda saat menyampaikan biografi singkat KH. Hudun Abdul Ghoni menuturkan bahwa Mbah Hudun panggilan akrabnya adalah sosok Pengembara Ilmu dan pecinta ilmu. Riwayat pendidikannya tidak hanya ditempuh di tanah air, tapi juga ditempuh di Tanah Suci.
Lebih lanjut Kiai Siraj menuturkan bahwa seluruh hidupnya, Mbah Hudun menghabiskan usianya untuk mencari ilmu dan mengembangkan ilmu. Beberapa pesantren terkenal seperti MUS Sarang Rembang, Ponpes Kajen Pati, Ponpes Mranggen Demak, dan Buntet Cirebon juga pernah disinggahi untuk menimba ilmu, bahkan sampai usia 50 tahun Mbah Hudun masih terjun menimba ilmu.
Sisi lain perlu diteladani dari sosok Mbah Hudun adalah pribadi yang sederhana, pekerja keras, ikhlas, dan totalitas dalam pengabdian. Hal tersebut dapat dilihat dari rekam jejaknya ketika membangun Ponpes Salaf Modern Nurul Huda. Mbah Hudun memilih pindah lokasi Ponpes ke tempat yang sekarang agar lebih mandiri dalam mengelola Ponpes untuk mewujudkan visi-misi Ponpes. Sebelumnya Mbah Hudun mengelola Ponpes Darul Ulum Mantingan satu kompleks dengan Makam Sultan Hadlirin Mantingan.
Dalam perhelatan tersebut, KH. Arsyad Muhammadun hadir sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, KH. Arsyad mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa bersiap-siap mengumpulkan bekal akhirat dan konsisten berbuat kebaikan dan mengejar ridha Allah SW. melalui jalan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan meskipun terkadang dari hal yang terlihat kecil sekalipun.
“Jangan pernah meremehkan amal ketaatan sekecil apa pun, karena kita tidak pernah tahu melalui ketaatan yang mana ridha Allah SWT turun kepada kita. Demikian pula jangan remehkan kesalahan yang kecil karena bisa berakibat pada kemurkaan Allah SWT, ” tutur KH. Arsyad di hadapan para jamaah dan alumni.
Mengutip pendapat Syekh Ali Zainal Abidin, Kiai Arsyad Muhammadun menuturkan bahwa Allah merahasiakan tiga hal yang harus diwaspadai oleh seorang muslim sehingga tidak salah dalam bersikap, yaitu merahasiakan ridlonya dalam ketaatan hamba- Nya, merahasiakan murka- Nya dalam kemaksiatan hamba- Nya, dan merahasiakan wali- walinya di hadapan manusia.
Peringatan haul ini ditutup dengan ramah tamah para alumni serta doa bersama untuk almarhum KH. M. Hudun Abdul Ghoni dan Ibu Nyai Mahbubah, serta para Masyayikh Ponpes Salaf- Modern Nurul Huda dengan harapan nilai-nilai perjuangan dan semangat keilmuan terus hidup di tengah para santri dan alumni.
( Syarif )


















