Polda Jateng Siapkan 3 Strategi Kawal Investasi, Berantas Pungli hingga Respons Cepat

Batang – Polda Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mengawal investasi dan dunia usaha di wilayah Jateng. Kapolda Jateng, Irjen Roy Hardi Siahaan, mengatakan ada tiga hal yang menjadi pedoman bagi pihaknya untuk melaksanakan hal ini.

“Di Jawa Tengah itu ada tiga hal yang kami jadikan satu pedoman untuk mengawal investasi yang ada di Jawa Tengah,” kata Roy saat menjadi narasumber tamu dalam Forum Investasi Jawa Tengah detikJateng-Jogja Awards 2026 di KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).

Poin pertama yang disampaikan Roy untuk mengawal kemajuan dalam investasi dan dunia usaha di Jateng yakni tegas dalam kejahatan yang meresahkan. Salah satu yang dia soroti adalah pemberantasan pungutan liar (pungli).

“Pertama adalah saya melakukan upaya-upaya antara lain bagaimana menindak tegas seperti tadi saya sudah ucapkan bahwa menindak tegas segala macam tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Antara lain tadi sudah saya sampaikan tentang pungli,” ucap Roy.

Pedoman kedua Polda Jateng dalam menjaga investasi yaitu humanis terhadap kaum rentan. Roy memastikan pekerja, perempuan, dan anak di sekitar kawasan terlindungi, warga terdampak didengar lewat dialog, pengawalan unjuk rasa, hingga menjembatani aspirasi.

“Yang kedua berkaitan dengan humanis juga dalam penanganan perkara-perkara yang sifatnya itu menyangkut orang-orang atau hal-hal yang kaum rentan. Ada perempuan nanti ada juga orang yang anak di bawah umur yang nanti kita akan berhadapan dengan mereka apakah itu dalam dunia ketenagakerjaan dan sebagainya,” terang Roy.

Poin terakhir yang dipedomani Polda Jateng yaitu merespons cepat laporan, termasuk dalam persoalan investasi dan dunia usaha. Salah satu langkah konkret yang bakal dilakukan yaitu membentuk tim khusus di setiap Polres.

“Hal yang ketiga adalah bagaimana kita merespon cepat terhadap segala permasalahan khususnya teman-teman yang nanti kita akan bentuk atau di kawasan-kawasan industri nanti bagaimana kita merespon cepat terkait dengan permasalahan yang ada,” ungkap Roy.

“Antara lain nanti ketika di Polres kita akan membentuk tim-tim, contoh di Batang ini kita punya semacam pos-pos. Selain itu ada tadi saya sampaikan posko, kemudian kanal-kanal yang ada di masing-masing tempat investasi atau kawasan industri, kemudian kita akan lakukan patroli terpadu nanti bersama-sama dengan TNI juga,” lanjutnya.

Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana Dewan KEK Budi Santoso mewakili Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir sebagai pembicara. Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan juga hadir sebagai narasumber tamu.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong berbagai kebijakan untuk meningkatkan daya tarik investasi. Hasilnya, realisasi investasi Jateng mencapai Rp 88,50 triliun sepanjang 2025.

Angka tersebut meningkat 28 persen dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya. Investasi yang masuk ke Jawa Tengah selama 2025 itu juga mampu menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 23,02 triliun dengan penyerapan 92 ribu tenaga kerja.

(Hendri)

Exit mobile version