Jepara – DailyMuria.com
“Ada nama yang tercatat dalam daftar peraih medali. Ada pula nama yang tinggal dalam ingatan karena perjuangan dan kehidupan yang berjalan demikian singkatnya. Syabilla Rizkia Putri Raharja adalah keduanya.”
Jepara berduka. Sebab takdir menjemput seorang atlet muda berbakat cabang olahraga renang berbakat Jepara, saat sedang berjuang mengharumkan nama daerahnya. Lalu kabar duka itu datang dari Pantai Awan Costa Semarang, Minggu (25/10/2026).
Syabilla Rizkia Putri Raharja gugur dalam perjuangannya merebut medali emas ke tiga dari cabang olahraga yang ditekuninya sejak kecil. Saat itu, Syabilla sedang memiliki ambisi besar menambah pundi-pundi emas Jepara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Prestasi yang Luar Biasa Sejak Kecil
Sebelumnya, Mahasiswa UGM Jurusan Psikologi yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Ajar Tri Raharja dan Hartati ini telah mempersembahkan dua medali emas untuk kontingen Jepara yaitu dari nomor kolam putri 100 meter dan 200 meter bifins.
Putri dari Ketua Umum Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Kabupaten Jepara, juga alumni SDN 1 Panggang dan SMPN 1 Jepara ini sangat mencintai olahraga renang dengan catatan prestasi yang membanggakan. Alumni SMA 11 Semarang ini bahkan sering disebut sebagai masa depan cabang olahraga renang Jepara.
Gadis kelahiran 21 Agustus 2004 ini memang telah menorehkan sejumlah prestasi membanggakan pada cabang olahraga renang sejak masih duduk di bangku SD.
Pada tahun 2015, Syabilla telah berhasil meraih medali emas pada Fins Swimming Junior KU E 50 Meter pada Kejuaraan Daerah Selam Tigkat Jawa Tengah. Tahun berikutnya ia mencatatkan prestasi pada Pekan Olahraga Pelajar SD Tingkat Jawa Tengah dan juga juara 1 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Jateng.
Catatan prestasi yang lain adalah keberhasilan Syabilla meraih medali emas pada Porprov Jateng tahun 2023 dan tahun 2024 berlaga di PON Aceh-Sumut.
Walaupun sempat memilih cuti kuliah, namun ia hanya mampu sampai posisi kelima. Namun Syabilla yakin, bahwa Tuhan tidak akan membawa dia hanya untuk gagal. Karena itu dengan keyakinannya pula, ia bangkit dari setiap kegagalannya.
Sebelumnya pada Kejuaraan Renang Antar Mahasiswa Se-Indonesia XI di Makassar, 30 September–1 Oktober 2023, Syabilla menyumbangkan empat medali bagi tim Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia meraih emas nomor 200 meter gaya punggung, dua perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 50 meter gaya punggung, serta perunggu nomor 100 meter gaya punggung.
Pada tahun yang sama, Syabila juga tercatat sebagai juara pertama Gadjah Mada Swimming Competition 2023 dan juara pertama nomor selam 50 meter bifins putri dalam Pekan Olahraga dan Seni Gadjah Mada (Porsenigama).
Prestasinya berlanjut pada 2024. Syabila kembali mencatatkan gelar juara pertama dalam Porsenigama dan kejuaraan renang antarmahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar.
Setahun kemudian, namanya kembali menghiasi daftar prestasi olahraga mahasiswa UGM. Dalam Porsenigama 2025, ia meraih juara pertama nomor selam 100 meter bifins dan 50 meter apnea. Ia juga menjadi juara pertama renang 50 meter gaya punggung serta meraih juara ketiga estafet 4 × 50 meter gaya ganti campuran.
Pada Invitasi Mahasiswa Cabang Olahraga Terukur Tingkat Nasional di Jakarta, 10–12 Juni 2025, Syabilla juga kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih medali perak nomor 50 meter gaya punggung dan perunggu nomor 100 meter gaya punggung.
Catatan prestasinya menunjukkan bahwa perjuangan tersebut tidak dimulai ketika ia tampil di Porprov 2026 saja. Namun jauh sebelum itu, sejak di bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi ia telah berulang kali membawa pulang kemenangan dari berbagai kompetisi olahraga demi mengharumkan nama daerah dan almamaternya.
Puncak prestasi Syabilla bagi Kabupaten Jepara terlihat dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Ia berhasil meraih dua medali emas dari nomor kolam putri 100 meter dan 200 meter bifins. Keberhasilannya sekaligus memperlihatkan kesinambungan perjalanan Syabila sebagai seorang atlet. Setelah mencatatkan prestasi di berbagai kejuaraan mahasiswa, ia mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah asalnya, Jepara.
Rangkaian pencapaian itu juga menunjukkan konsistensinya dalam berkompetisi. Ia tidak hanya tampil untuk mengejar kemenangan dalam satu pertandingan, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi dari tahun ke tahun.
Di balik setiap medali, tentu ada proses yang tidak selalu terlihat. Ada latihan yang harus dijalani, disiplin yang perlu dijaga, dan kesiapan menghadapi persaingan. Publik mungkin hanya menyaksikan hasil akhir ketika seorang atlet berdiri sebagai juara.
Pada setiap pencapaian tentu menyimpan cerita tentang semangat, kerja keras, ketekunan, bahkan pengorbanan dan air mata. Syabilla selama ini telah menorehkan cerita itu melalui prestasi yang kini menjadi kenangan pada perjalanan olahraga mahasiswa dari Jepara.
Bagi Jepara, dua medali emas terakhir itu tentu menjadi kebanggaan. Bagi Syabilla dan keluarga yang selalu mendampingi, pencapaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang yang telah ia tempuh sebagai atlet dengan segala disiplin dan keyakinan yang menjadi nafas perjuangannya.
Namun, siapa pun yang mengenangnya hari ini tentu menyadari bahwa nilai seorang atlet tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali yang berhasil diraih. Ada perjuangan untuk terus berkembang, keberanian menghadapi tantangan, dan kesediaan memberikan kemampuan terbaik. Hal-hal itulah yang membuat perjalanan Syabilla layak dikenang lebih jauh daripada hasil akhir sebuah pertandingan.
Jepara bukan hanya kehilangan seorang atlet berbakat. Dunia olahraga juga kehilangan seorang anak muda yang sangat potensial. Sementara itu, keluarga kehilangan seseorang yang kehadirannya tidak dapat digantikan oleh gelar juara atau penghargaan apa pun.
Kita tidak pernah benar-benar mengetahui seberapa panjang perjalanan yang tersedia bagi seseorang. Kita mengenang yang Syabilla telah lakukan selama menjalani perjalanan itu. Ia belajar, berlatih, berkompetisi, dan mempersembahkan prestasi. Bahkan juga kegagalan-kegagalan yang menyertainya.
Jika seluruh catatan prestasi Syabilla dirangkai, tampak perjalanan seorang atlet muda yang terus berkembang sejak kecil. Syabilla telah menorehkan jejak di kolam renang, arena selam, dan kompetisi olahraga mahasiswa. Ia membawa nama almamater dalam berbagai kejuaraan dan mempersembahkan prestasi bagi daerah asalnya.
“Selamat jalan, Syabilla Rizkia Putri Raharja, Putri Jepara yang luar biasa.”
Terima kasih telah berjuang untuk Jepara. Terima kasih telah menunjukkan bahwa seorang anak muda dari daerah dapat bertumbuh, berkompetisi, dan meraih prestasi. Namamu akan tetap menjadi bagian dari perjalanan olahraga Jepara. Keluarga, sahabat, rekan-rekan seperjuangan, dan orang-orang yang mengenal prestasimu akan menyimpan kenangan dengan caranya masing-masing.
Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafmu, menerima amal ibadahmu, melapangkan tempat peristirahatanmu, dan menempatkanmu di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kepergianmu.
Semoga namamu tetap hidup dalam ingatan masyarakat Jepara, sebagaimana kami semua mengenang Kamal Junaidi, seorang legenda sepak bola Jepara yang gugur tersambar petir saat berlaga pada final Piala Makutarama di Salatiga, tanggal 20 Agustus 1973.
Medalimu menjadi tanda kemenangan dan catatan prestasi yang kau persembahkan untuk Jepara. Semoga kelak di Jepara ada Jepara Olympic Poll Syabilla Rizkia Putri Raharja, sebab hingga tarikan nafas terakhirmu kau ingin persembahkan prestasi terbaikmu untuk Jepara.
Sebuah penghargaan pada pejuang yang mengharumkan nama daerah. Bukan hanya untuk mengenang nama dan jasamu saja, tetapi untuk menjaga agar api semangatmu mengharumkan Jepara hingga tarikan nafas terakhir, tidak pernah padam dalam lubuk sanubari Masyarakat Bumi Kartini.
In memoriam Syabilla Rizkia Putri Raharja (21 Agustus 2004– 25 Oktober 2026).
Hadi Priyanto – Septiana Wibowo
(Aupha M)
