HUT ke-67 Pemuda Pancasila Jepara, Gelar Khataman Al-Qur’an hingga Santunan Yatim

JEPARA – Memasuki usia ke-67 tahun, Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Jepara Jawa Tengah (Jateng) ingin menjadikan momentum hari ulang tahun organisasinya sebagai ajang memperkuat spiritualitas para kader.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Jepara, Murdiyanto, berharap Al-Qur’an tidak hanya dibaca dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi pondasi dan pedoman kader dalam berorganisasi maupun menjalani kehidupan sehari-hari.

“Harapannya Al-Qur’an menjadi pondasi dan dasar untuk bisa dipakai pedoman dalam berorganisasi ataupun dalam kehidupan pribadi anggota PP Jepara,” ujar Murdiyanto.

Pesan tersebut menjadi salah satu semangat dalam rangkaian peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila yang akan digelar di Joglo Pancasila, Jepara, Rabu, 28 Oktober 2026.

Salah satu kegiatan utama yang disiapkan adalah khataman Al-Qur’an. Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB itu akan melibatkan hafiz dan hafizah.

Menurut Murdiyanto, keterlibatan para penghafal Al-Qur’an tersebut diharapkan membawa suasana religius sekaligus menjadi pengingat bagi para kader untuk semakin mendekatkan diri kepada nilai-nilai keagamaan.

“Khataman Al-Qur’an yang akan melibatkan hafiz dan hafizah ini bertujuan bahwa di usia yang sudah 67 tahun ini, harapannya Al-Qur’an menjadi pondasi dan dasar untuk bisa dipakai pedoman dalam berorganisasi ataupun dalam kehidupan pribadi anggota PP Jepara,” katanya.

Selain khataman Al-Qur’an, MPC PP Jepara juga menyiapkan tiga kegiatan lainnya. Donor darah dijadwalkan pada pukul 12.00 WIB, dilanjutkan santunan yatim piatu pada pukul 16.00 WIB.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan malam tasyakuran HUT Pemuda Pancasila yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Murdiyanto mengatakan seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MPC PP Jepara untuk mengisi peringatan HUT organisasi dengan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan keagamaan.

“Dalam rangka HUT Pemuda Pancasila ke-67, akan ada beberapa agenda seperti khataman Al-Qur’an, santunan yatim piatu, donor darah, dan malam tasyakuran,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan spiritualitas penting bagi kader agar nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Dan tentunya kita lebih mendekatkan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

(Aupha M)

Exit mobile version