JEPARA – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) Semarang menerjunkan 44 dokter ke SDN 4 Sinanggul, Kecamatan Mlonggo. Kegiatan yang dilakukan Sabtu (10/10/2026), dimaksudkan untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh siswa.
“Selain mendeteksi dini masalah kesehatan anak dan memberi edukasi kesehatan, kami juga mengidentifikasi siswa yang butuh perhatian dan tindak lanjut medis,” kata Ketua Panitia Dies Natalis FK Undip, dr. Teddy Wahyu, M.Kes.
Kepala SDN 4 Sinanggul, Riris Trianingsih, M.Pd. menyebut, kegiatan yang berlangsung di sekolahnya adalah rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat Tim FK Undip, melalui pemeriksaan kesehatan anak sekolah. Menurutnya, 170 siswa kelas I hingga VI mengikuti pemeriksaan tersebut. Dia berterima kasih atas pemilihan sekolahnya sebagai lokasi kegiatan itu.
Bagi SDN 4 Sinanggul, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dunia pendidikan dan kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. “Kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak, tetapi juga wujud nyata kerja sama dunia pendidikan dan kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” ungkapnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Undip Prof. Dr. dr. Yan Wisnu, Sp.B-K(Onk); Ketua PP IKA Medica, Brigjen Pol. dr. Sumi Hastry, Sp.F.; Pengurus PP IKA Medica, dr. Aris, M.Kes.; Kepala Puskesmas Mlonggo, Jepara, dr. Murtono; dan penanggung jawab kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tim FK Undip dr. Andhika, Sp.M dan dr. Dea Amarilissa.
Pemeriksaan berlangsung secara paralel oleh enam tim di enam ruang kelas. Para siswa tetap berada di kelas masing-masing, sementara registrasi dilakukan langsung di setiap kelas untuk meminimalkan perpindahan siswa dan mengurangi antrean sehingga kegiatan berjalan lebih tertib dan efektif.
Pemeriksaan mencakup kesehatan umum anak, gigi, telinga, hidung dan tenggorokan (THT), mata, serta antropometri dan gizi. Selain memberikan gambaran kondisi kesehatan setiap siswa, pemeriksaan ini diharapkan menghasilkan data untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian, tindak lanjut, atau rujukan medis.
Rekapitulasi hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi sekolah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan peserta didik.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Kondisi kesehatan yang baik berperan dalam menunjang konsentrasi, semangat belajar, kehadiran, dan perkembangan siswa secara optimal.
Kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat tersebut dia harapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat. SDN 4 Sinanggul, kata Riris, berkomitmen mendukung peningkatan kesehatan siswa melalui edukasi, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tindak lanjut sesuai rekomendasi hasil pemeriksaan.
Selain menyampaikan apresiasi kepada FK Undip, PP IKA Medica, Puskesmas Mlonggo, dan seluruh pihak yang berkontribusi, kegiatan ini, sekolah berharap siswa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi.
